kehidupan mahal di pulau kerdil yang tandus dan miskin
Betahan dengan beras kotor, ikan laut dan garam
Listrik tidak ada hanya tiang hiasan menjulang berpukuhan tahun
Gelap malam terhibur suara merdu hewan
Aparat sombong bertunjangan di atas tanpa bata.
Hidup mewah di atas penderitan rakyat yang kian berat
Gerah dan panas malam berhembus mesin pendingin ruangan
Terpulaskan tidur sang abadi negri dengan fasilitas rampokan.
Jalan berlaksa lebar tak beraspal dan terlicinkan oleh hujan
Pembangunan setengah hati tujuan gensi dan korupsi
Bukan kesejatraan tetapi pergerukan dan penindasan.
Rakyat meratap mohon cepat dapat jabatan bermartabat.
Ku hela nafas panjang dan mengelus dadaku.
Abdi masyarakat tak merakyat, apatur negri yang buta dan tuli nurani.
Rakyat di miskinkan, di bodohkan dan di injak-injak haknya.
Saatnya rakyat pulau miskin lawan.
kemiskinan struktural dan ketidakadilan sosial.
Oleh : Ferdinandus Egor
(Mahasiswa Bahasa Dan Sastra Surabaya).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar